Kisah Cinta
Setiap langkah membawa kenangan indah.
Awal Pertemuan
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, takdir kami telah tertulis di Lauh Mahfuz. Bangku SMK menjadi saksi pertemuan kami untuk pertama kali di tahun 2018, namun kita belum saling sapa waktu itu.
Kita disibukkan dengan urusan masing-masing, termasuk urusan cinta. Pun tujuh tahun lalu tak pernah terbesit dibenak, jika kami akan dipertemukan di buku hijau yang sama.
Sampai saat kita sudah sama-sama lulus SMK dan fokus mencari tujuan hidup masing-masing, tak pernah sekalipun "say, hi!". Hampir tidak mungkin pula kami bertatap muka karena jarak beribu kilometer yang memisah antara Jawa dan Kalimantan.
Namun dari jutaan insan yang bernafas di bumi ini, kami dipertemukan kembali setelah sama-sama sembuh dari lara yang pernah kami temui. Di akhir tahun 2023 perjalanan cinta kami dimulai dari pertemuan yang disengaja di Jalan Hayam Wuruk 51-53, Kota Madiun. Tidak ada kata cinta yang langsung terucap, tetapi perlahan tumbuh seiring berjalannya waktu.
Sejak saat itu, jarak dan rindu menjadi tahta tertinggi dalam hubungan ini. Hanya melalui pesan singkat cara kami berkabar, malam-malam panjang selalu kami habiskan untuk saling bertukar cerita. Hubungan jarak jauh menggembleng kami untuk saling menggenggam komitmen, membangun kepercayaan dan mengontrol emosional.
Tepat 5 April lalu, kami memantabkan diri untuk saling memilih teman hidup dan niat menjalankan ibadah terpanjang bersama. Hari pernikahan kami tinggal menghitung jari, diantara sujud-sujud yang panjang dan sabar yang berulang, akhirnya Allah mempertemukan kami dalam ikatan yang diridhoi-Nya.
Thank You
for reading our story