27 September 2024, semesta mempertemukan kami lewat cara yang sederhana—perkenalan singkat yang langsung terasa hangat. Esoknya, di sudut angkringan, kami berbagi cerita, tawa, dan diam-diam… harapan.
Seminggu berselang, langkah kami sampai di rumah tante. Di sana, tanpa banyak kata, hati kami saling menyadari: ini bukan sekadar rasa lewat, tapi awal dari sesuatu yang ingin dijaga.
Dua minggu kemudian, Dodo datang menemui ibu, membawa niat yang tak lagi main-main. Sejak saat itu, kami tahu—kisah ini tak lagi tentang dua orang asing, tapi tentang satu tujuan: saling menggenggam, selamanya.
Pada tanggal 26 April 2025, Widodo datang melamar membawa kedua orang tuanya. Dengan niat yang tulus dan restu yang mengalir hangat, akhirnya kami menemukan hari yang akan menjadi awal dari bab baru dalam hidup kami—tanggal 13 September 2025.
13 September 2025, hari yang telah lama dinantikan. Dalam waktu yang terasa singkat namun penuh makna, segala proses telah kami jalani: dari persiapan, doa-doa yang dipanjatkan, hingga tawa dan tangis haru yang mengiringi setiap langkah menuju hari bahagia.
Kini, bukan lagi tentang aku dan kamu, tapi tentang kita. Kita yang telah memilih untuk berjalan beriringan, menua bersama dalam cinta yang sederhana namun tak pernah biasa.
Karena kami percaya, ketika dua hati dipertemukan dalam niat yang baik, maka semesta akan turut menuntun setiap langkah—menuju rumah, yang tak lain adalah pelukan satu sama lain.